Mengenai Saya

Foto saya
mahasiswa universitas gunadarma fakultas ilmu komputer jurusan manjemen informatika

Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

PEMBANTAIAN ORANG UTAN DI KALI MANTAN

Orangutan menemui nasib tragis di desa-desa di Kalimantan, di wilayah Republik Indonesia. Setidaknya 750 ekor Pongo pygmaeus dibantai oleh warga dalam waktu yang lama.

Sebagian Orangutan dibunuh demi rangkanya, ada juga warga yang mengincar daging hewan itu.

Kabar memprihatinkan ini kali pertama dimuat dalam pemberitaan harian lokal di Kaltim. Pembantaian itu diduga berlangsung sekitar tahun 2009-2010 lalu, di Desa Puan Cepak, Kecamatan Muara Kaman, Kutai  Kartanegara.

Kini, pembantaian orangutan kini bukan hanya isu Indonesia,  tapi juga jadi perhatian dunia. Sejumlah media  internasional memberitakan kasus ini.

Washington Post pada Senin 14 November 2011  memberitakan tentang sebuah survei yang dilakukan terkait Orangutan. Erik Meijaard, penulis utama laporan survei yang dimuat jurnal PLoSOne mengatakan, ia yakin pembantaian menunjukkan Orangutan menghadapi ancaman serius, lebih gawat dari yang diperkirakan sebelumnya.

Indonesia adalah rumah bagi 90 persen spesies  Orangutan. Sekitar 50 ribu sampai 60 ribu hewan itu  tinggal di hutan rimba. Namun  akibat pembabatan hutan  untuk perkebunan kayu bahan kertas, atau kelapa sawit,  Orangutan berkonflik dengan manusia.

Sementara, Nature Conservancy dan sejumlah organisasi lain mewawancarai sedikitnya 7.000 warga di 687 desa untuk mengetahui alasan mereka membunuh orangutan. Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan pentingnya menjaga kelestarian hutan. Dia tak ingin generasi mendatang mendapat cerita mengenai kepunahan sejumlah spesies karena hutan terbabat habis.

"Saya tidak ingin nanti menjelaskan kepada cucu saya, Almira (Tunggadewi), bahwa kita tidak bisa melestarikan hutan," kata Presiden SBY dalam pidato konferensi internasional mengenai hutan di Jakarta, Selasa 27 September 2011.

Menurut dia, hutan bukan saja penyaring udara tetapi juga menjaga keanekaragaman hayati. "Keajaiban dunia hewan seperti harimau Sumatra, badak dan orangutan," kata Yudhoyono. 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS



  
     
Potret Sekolah Di Pinggiran Jakarta, Tiga Jam Hujan Pasti Kebanjira

Kompas - 30 Maret 2004
JAKARTA banjir, itu cerita lama. Namun, kalau sekolah anak-anak kita terus-menerus kebanjiran, tentulah sedih melihatnya karena sudah pasti mengganggu aktivitas belajar dan mengajar.

Begitulah situasi yang dialami oleh SLTP Gita Kirtti (Giki) 2 yang ada di Jalan Sunter Jaya IV/2 atau Jalan H Amsir, Jakarta Utara. "Kalau hujan terus-terusan selama tiga jam, sekolah langsung banjir," kata Sandy, salah seorang murid kelas tiga SLTP Giki 2, Senin (29/3).

Kompleks sekolah yang berpagar biru, bercat campuran krem dan coklat tua itu digunakan secara bergantian oleh tiga sekolah. Selain oleh SLTP Giki 2 juga dipakai untuk belajar siswa SMU dan SMK Giki 2. SLTP dan SMK Giki 2 masuk pagi, sedangkan siswa SMU Giki 2 masuk siang hari.

Bangunan kompleks sekolah Giki 2 tersebut tidak bisa dibilang nyaman karena di sebuah sudut ada satu ruang kelas yang ambruk, dan hingga kini belum diperbaiki. Sementara itu, teras kelas yang berlantai semen sudah mulai berlubang-lubang. Lapangan bermain yang tidak terlalu luas membuat murid menjadi tidak leluasa bermain bola-entah sepak bola, bola basket ataupun bola voli-karena takut bola yang mereka mainkan menghantam kaca kelas yang mengitari lapangan.

Kepala SLTP Giki 2 Drs Tjipto Murdoko SPd menuturkan, sebenarnya mereka sejak lama ingin meninggikan sekolah sekitar 50 cm, mengganti atap yang mulai tua dan memasang keramik untuk kelas yang masih berlantai semen. "Tapi kami belum ada dana. Tahun 2003 kami pernah mengajukan permohonan bantuan ke Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah sebesar Rp 76 juta untuk membeli keramik, lalu tahun ini kami ajukan juga Rp 272 juta untuk meninggikan kelas, mengganti genteng, dan keramik, tapi belum ada jawaban," kata Tjipto.

SEKOLAH selalu kebanjiran, kelas ada yang roboh dan bahkan lantai teras sekolah rusak, tak membuat murid-murid SLTP Giki 2 ini tak mampu mencetak prestasi. Siswa yang notabene berasal dari keluarga menengah ke bawah, seperti anak-anak buruh mencuci pakaian, tukang bangunan, tukang ojek, sopir angkot di wilayah Sunter dan Sumur Batu tersebut memang bukan anak-anak yang sangat pintar. Seperti dikatakan Tjipto Murdoko, siswanya rata-rata adalah anak-anak yang tidak diterima di SLTP negeri karena Nilai Ebtanas Murni (NEM) mereka kurang. Meski demikian, beberapa di antara mereka ada yang mampu mengukir prestasi di bidang modeling ataupun saat lomba Paskibra di Lab School, di mana SLTP Giki 2 menempati urutan keempat dari 30 sekolah peserta lomba.

Sistem pembelajaran disesuaikan dengan kurikulum nasional dan menjadikan SLTP negeri lainnya sebagai pedoman. Ada pendidikan bahasa Inggris tambahan seminggu dua kali, hanya saja sedikit sekali yang berminat hadir di kelas. Ada juga aktivitas berenang di Danau Podomoro Sunter sebulan sekali di hari Rabu, ataupun kursus komputer setiap hari Sabtu selama dua jam.

SLTP Giki 2 ini memiliki sekitar 200 siswa, terbagi atas lima kelas: kelas I ada dua kelas, kelas II satu kelas, dan kelas III ada dua kelas. Kelas I dan II membayar iuran sekolah sebesar Rp 50.000 setiap bulannya, sedangkan siswa kelas tiga membayar Rp 70.000 setiap bulan.

"Uang Rp 70.000 itu, yang Rp 5.000 itu untuk uang renang, Rp 50.000 untuk Yayasan Gita Kirtti dan digunakan untuk membayar tenaga guru sebanyak 15 orang. Sisanya, Rp 15.000, adalah uang komite yang digunakan untuk pemeliharaan sekolah ataupun komputer. Cukup? Tentu saja tidak. Tapi kami harus bertahan," tutur Tjipto.

PEMASUKAN yang tidak terlalu besar dari uang sekolah yang dibayarkan siswa, tentulah berkorelasi pada pendapatan para gurunya. Guru-guru SLTP Giki 2 umumnya mendapatkan uang mengajar sesuai dengan jumlah jam mengajar yang dijalaninya. Untuk tiap jam tatap muka dihargai Rp 10.500. Jadi, kalau seorang guru mengajar selama 30 jam dalam sebulan, maka penghasilannya berkisar Rp 315.000.

Dengan penghasilan yang tidak terlalu besar, bagaimana guru-guru itu bisa bertahan? "Kalau saya memberi les privat di luar jam sekolah. Sekarang ini saya punya tiga orang murid les privat yang berasal dari luar sekolah. Lumayan untuk menambah penghasilan," kata Supartini, guru bantu SLTP Giki 2 yang mengajar bahasa Inggris sejak tahun 1990.

Apa yang membuatnya terus bertahan menekuni profesinya selama 14 tahun ini, menurut Supartini, itu lebih karena panggilan hati nurani. Tentu saja, tanpa idealisme seperti itu guru-guru tidak akan mampu bertahan lama mengajar murid-murid mereka.

Lalu bagaimana dengan penerapan disiplin sekolah terhadap para murid? Tiga siswa SLTP Giki 2-Sandy, Asep, dan Rahmat-yang Senin kemarin berbincang dengan Kompas menyatakan, mereka berada di luar ruang kelas tersebut justru karena sedang dihukum. Penyebabnya, mereka lupa membawa buku pelajaran. Dalam konteks ini, sebetulnya disiplin sekolah pun tetap ditegakkan. Hanya saja, penegakan itu lebih bersifat hukuman semata tanpa memberi semacam tugas-tugas tambahan. Taruhlah seperti membersihkan sekolah, atau tetap mengikuti kegiatan belajar-mengajar dari luar kelas.

Hukuman berat lainnya adalah jika siswa terlibat tawuran maka akan dikeluarkan dari sekolah. Pengumuman semacam itu terpampang jelas di luar ruang kerja kepala sekolah. Namun, kenyataannya, murid-murid SLTP Giki 2 tetap saja ada yang terlibat tawuran, bahkan tawuran terjadi hampir tiap Sabtu, dan mereka yang terlibat hanya diskors seminggu sebagai hukuman. Bagi sebagian siswa, hukuman tidak masuk sekolah selama seminggu tersebut justru membuat mereka bertambah senang. Agaknya, sudah waktunya pihak sekolah menjatuhkan hukuman tegas: sesuai aturan mereka perlu dipertimbangkan untuk dikeluarkan dari sekolah.

Begitulah gambaran selintas sekolah-sekolah kita di pinggiran Jakarta. Dana yang tidak memadai, uang sekolah yang tetap dirasakan mahal bagi siswa dari keluarga kurang mampu secara ekonomi, dan guru-guru yang bergaji rendah. Potret demikian haruslah disudahi jika kita ingin agar sumber daya manusia kita mampu bersaing secara global. Bagaimana caranya? Pemerintah harus memprioritaskan anggaran untuk menyubsidi biaya pendidikan agar semua anak mendapatkan pendidikan yang selayaknya. (LOK)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

kemiskinan di mutiara hitam yang kaya akan sumber daya alam ku papua

Indonesia yang dulu terkenal dengan ragam-budaya, ramah-tamah, kesederhaannya, serta melimpahnya sumber daya alam sampai ada lagu tanem batang tumbuh pohon, sekarang apakah kita masi sekaya itu? Mari kita lihat kembali potret gelap bangsa ini. 

 

Papua, sebuah wilayah dengan keluasan mencapai 710.937 km2, dan 410.660 km2 diantaranya adalah daratan. Hutannya menghampar luas, jika digabung dengan Papua Nugini maka hutan Papua terhitung nomor dua terbesar di dunia setelah Amazon. Di wilayah ini, terdapat 312 suku asli dengan bahasa dan dialek masing-masing yang khas, hingga tercatat 15% dari seluruh bahasa yang ada di dunia ini dimiliki oleh Papua. Bentuk-bentuk seni orang papua pun sangat beragam sesuai etnik mereka. Di sebuah daerah dimana bahasanya berbeda dari kampung satu ke kampung lain, sangat mungkin jika ekspresi artistik yang muncul akan berbeda bentuknya. Senjata, ukiran, kerajinan, dan instrumen musik dibuat oleh orang-orang yang berbeda di tempat yang berbeda pula, sesuai dengan ketrampilan dan keyakinan tradisional mereka. 

Hingga kini Papua adalah tempat dimana nilai-nilai tradisi itu masih dipegang oleh penduduk aslinya. Tak heran jika, selain kekayaan alamnya memikat hati para investor yang melihatnya sebagai sumber keuntungan tak terperi, Papua juga adalah surga bagi para antropolog di seluruh dunia. 

 

Suku-suku pedalaman Papua masih hidup seperti jaman prasejarah?? tanpa sandang dan pangan yang memadai, tak ada pendidikan yang cukup (bukannya ini ada disalah satu pasal UUD 45, apa mereka bukan warga negara RI?), apa lagi teknologi maju. Sebagai bangsa Indonesia tentunya kita kecewa sekali melihat hal ini, Tanah papua hanya disedot hasil buminya saja, apa bedanya kita dengan penjajah jepang atau belanda waktu jaman jebot dulu. 

 

 

 

Apakah pemerintah masih santai-santai saja selama melihat mereka masih tersenyum dengan polosnya dan menunggu sampai mereka memberontak minta untuk merdeka, tentunya negara-negara lain yang menginginkan pecahnya indonesia dengan senang hati membantu, akan kasus lepasnya timor-timur akan kembali terulang pada papua? bila terjadi, hancurlah kesatuan negara kita. 

 

 

 

Papua merupakan salah satu propinsi/pulau terindah di Indonesia dan Satu satunya pulau yang memiliki species laut terbanyak jenisnya di dunia begitupun dengan pegunungannya yang sangat indah,alamnya yang masih sangat alami sekali merupakan target utama para bangsa asing,kalau ga ada papua,kita ga akan punya jenis burung berjenis Cendrawasih lagi. 

Dan sayang banget kalau para pemain pemain bola kita yang berbakat yang mayoritas pemain terbaik berasal dari papua nantinya akan menjadi lawan,bukan kawan??? 

So? Sampai kapan pemerintah dan sebagian warga negara Indonesia melihat sebelah mata terhadap mereka? Mereka juga sama dengan kita,manusia dan satu kesatuan Republik Indonesia. 

 

 



 

 

Yah semoga aja sebagai bangsa yang satu,bangsa yang tidak melihat suku agama dan ras..kita masih punya hati nurani untuk tidak menelantarkan saudara saudara kita di Papua. 

GOD BLESS YOU.. 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

sungguh ironis ketua pssi sekaligus pendiri pssi di bandingkan dgn jaman sekarang posisi ketua pssi di rebutkan untuk kepentingan semata

Ir. Soeratin Sosrosoegondo (lahir di Yogyakarta pada 17 Desember 1898 - wafat 1 Desember 1959) adalah seorang insinyur Indonesia. Ia juga adalah ketua umum PSSI periode 1930-1940. Ia adalah salah satu pendiri sekaligus ketua umum PSSI yang pertama. Tamat dari Koningen Wilhelmina School di Jakarta, Soeratin belajar di Sekolah Teknik Tinggi di Hecklenburg, dekat Hamburg, Jerman pada 1920 dan lulus sebagai insinyur sipil pada 1927.

Soeratin mulai merintis pendirian sebuah organisasi sepak bola, yang bisa diwujudkan pada 1930. Organisasi ini boleh dikatakan realisasi konkret dari Sumpah Pemuda 1928. Nasionalisme itu dicoba dikembangkan melalui olahraga, khususnya sepak bola. Seperti halnya ipar Soeratin, Dr Soetomo,yang berkeliling Pulau Jawa untuk menemui banyak tokoh dalam rangka menekankan pentingnya pendidikan dan kemudian disusul dengan pendirian Budi Utomo, Soeratin melakukan pertemuan dengan tokoh sepak bola pribumi di Solo, Yogyakarta, Magelang,Jakarta, dan Bandung. Pertemuan itu diadakan secara sembunyi untuk menghindari sergapan Intel Belanda (PID).



Pada 19 April 1930, beberapa tokoh dari berbagai kota berkumpul di Yogyakarta untuk mendirikan PSSI (Persatoean Sepakraga Seloeroeh Indonesia). Istilah "sepakraga" diganti dengan "sepakbola" dalam Kongres PSSI di Solo pada 1950. PSSI kemudian melakukan kompetisi secara rutin sejak 1931, dan ada instruksi lisan yang diberikan kepada para pengurus, jika bertanding melawan klub Belanda tidak boleh kalah. Soeratin menjadi ketua umum organisasi ini 11 kali berturut-turut. Setiap tahun ia terpilih kembali

Ia Memilih kehilangan pekerjaan sebagai arsitek yang memberinya pendapatan berlimpah agar bisa secara total mengurus PSSI yang baru saja berdiri. Ketika itu Soeratin bekerja di biro rancang bangunan bernama Boukundig Bureau Sitsen en Lausade dengan gaji sekira seribu gulden per bulan. Aktivitasnya mengurus PSSI membuat kinerjanya di kantor mengendur. Kantor yang mempekerjakannya memberi dua opsi: tinggalkan PSSI atau tinggalkan pekerjaan.
Ini bukan pilihan sederhana. Meninggalkan pekerjaan bukan hanya membuat Soeratin kehilangan asupan finansial bagi diri dan
keluarganya, tapi juga membuat Soeratin kehilangan pasokan dana yang sebagian di antaranya digunakan untuk menopang
kegiatan-kegiatannya di PSSI karena PSSI sendiri ketika itu tak bisa diharapkan memberinya pendapatan. Soeratin bisa saja melepas jabatan sebagai Ketua Umum PSSI. Toh, ia masih bisa membantu PSSI dengan cara yang lain.
Tapi Soeratin memilih opsi keluar dari pekerjaannya. Baginya,membangun PSSI butuh konsentrasi besar.Masih banyak persoalan yang mesti dihadapi PSSI ketika itu, dari mulai isolasi yang dilakukan NIVB hingga membangun solidaritas bond-bond sepakbola bumiputera yang (kadang-kadang) masih saling bersaing satu sama lain.Indonesia dan perang kemerdekaan terjadi, kehidupan Soeratin menjadi sangat sulit. Rumahnya diobrak-abrik Belanda. Ia aktif dalam Tentara Keamanan Rakyat dengan pangkat letnan
kolonel. Setelah penyerahan kedaulatan, ia menjadi salah seorang pemimpin Djawatan Kereta Api.

Akhir hidup Soeratin dikabarkan hidup dalam kesulitan ekonomi. Ia meninggal pada tahun 1959.

PSSI memiliki nilai historis serta falsafah yang tinggi pada awal pendirianya bagi negara ini, selayaknya lah kepengurusan PSSI sekarang lebih terbuka pada kritikan publik dan stop konspirasi dalam struktur mereka
.
Menjadi Ironis bahkan mereka ternyata tidak peduli lagi dengan pendiri organisasi mereka (*PSSI) sehingga terdengar kabar makam pendiri PSSI *(soeratin) tidak terawat dan mengenaskan.. Bukalah matamu PSSI....

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

tokoh ulama dan pejuang bekasi KH NOER ALI


Singa Bekasi julukan tersebut memang layak di berikan kepada KH Noer Ali, seorang Ulama besar yang terlahir dari keluarga Petani. Semangat Nasionalisme yang membara dalam dadanya mampu mengobarkan semangat Perjuangan  kepada masyarakat untuk melawan penjajah Belanda yang sejak lama menjajah tanah air.
Beliau memimpin lasykar Rakyat Bekasi melawan Belanda, pernah bergabung dan menjadi Komandan Batalyon III Barisan Hizbulloh . Kh Noer Ali namanya sangat dikenal oleh rakyat dan ditakuti Belanda karena keberanian dan jiwa patriotnya.
Beliau lahir di Desa Ujung Malang Bekasi tanggal 15 juli 1914 ayah beliu seorang petani bernama Anwar bin Layu dan  ibunya bernama Maimunah. Cita cita yang dimilki oleh Kh Noer Ali sejak masa kanak-kanak adalah “membangan dan menciptakan perkampungan Surga”, sungguh suatu cita-cita yang sangat mulia yang terucap dari Kh Noer Ali kecil , beliau belajar dari mengaji alquran pada ayahnya dan kakaknya, usia lima tahun sudah mampu menghapul surat-surat pendek Alquran.
Menginjak usia 7 tahun Kh Noer Ali mengaji kepada Guru Maksum bekasi dan Guru Mughni, banyak sekali ilmu yang didapat dari kedua gurunya tersebut yang mendasari jiwanya dengan ruh-ruh keislaman , beranjak remaja Kh Noer Ali belajar kepada ulama besar di Betawi bernama Guru Marzuki disamping mempelajari ilmu-ilmu agama Guru Marzuki juga  mengajari ilmu-ilmu beladiri , Hingga Beliau terkenal sakti dan tidak mempan ditembus peluru , bahkan Penjajah belandapun kesulitan menangkap Kh Noer Ali , sering menghilang dan tidak dapat dilihat oleh mata awam  hingga masyarakatpun memberi gelar Kh Noer Ali sebagai” belut Putih” yang sangan licin.
Dengan semangat belajar yang tinggi Kh Noer Ali dengan Berat Hati Mengutarakan keinginannanya kepada ayahnya bahwa dirinya akan Menuntut Ilmu di Mekkah, Kh Noer Ali menyadari betul siapa ayahnnya yang hanya seorang Petani dan tidak mungkin memilki banyak uang  untuk belajar Di Mekkah. Karena didorong rasa semangat belajar anaknya yag tinggi, ayahnya pun tak ingin mematahkan semangatnya  , maka Ayahnyapun berusaha keras untuk mendapatkan Uang agar anaknya dapat belajar di Mekkah walaupun harus meminjam dan dibayar dengan di cicil selama bertahun-tahun. Dengan harapan kelak anaknya dapat menjadi orang yang berguna di masyarakat.
Tahun 1934 Kh Noer Ali akhirnya melanjutkan belajar Di Mekkah  di madrash Darul u’lum, guru-guru beliau antara lain Syeck Ali al maliki, Syech Umar Turki, Syeck umar Hamdan Syech Ahmad Fathani dll. DiMekkah beliau bertemu dengan pelajar asal indonesia seperti Kh Masturo, Kh Sybro Malisi, Kh Hasbulloh dan masih banyak lagi. Hingga beliau memperakarsai membentuk himpunan Pelajar betawi dan  Himpunan Pelajar Indonesia karena jiwa Nasionalisme dan prihatin melihat Bangsa Indonesia masih di jajah oleh Belanda.  Bersama dengan rekan-rekannya Kh Noer Ali aktif melakukan pertemuan-pertemuan untuk mencari solusi dan dukungan bagaimana mengusir penjajah Belanda dari Bumi Indonesia.

Setelah enam tahun belajar di Mekkah Kh .Noer Ali mendirikan Pondok pesantren Attaqwa di ujung harapan Bekasi, disamping mengajar di pesantren Kh Noer Ali juga mengajak umat untuk angkat senjata melawan Penjajah Belanda, walaupun dengan senjata yang sangat sederhana namun banyak dari rakyat yang begabung dengan Kh Noer Ali untuk melakukan perlawanan terhadap Belanda. Apalagi nama Kh Noer Ali sudah sangat terkenal dengan kesaktiaannya. Suatu Ketika beliau ditangkap Belanda hanya pasrah saja dan tidak melakukan perlawanan, Kh Noer Ali digring masuk kedalam Truk Tentara Belanda.  Ditengah jalan KH noer Ali memohon kepada Alloh minta perlindungan, Bukan main kagetnya tentara Belanda yang mengawal Kh Noer Ali di dalam Truk, Kh Noer Ali menghilang begitu saja dalam pandangan mata tentara Belanda. Membuat Nyali Tentara Belanda semakin Ciut “Pimpinannnya saja sakti gimana dengan tentara Kh Noer Alinya????kata tentara Belanda. jatulah mental -mental tentara belanda dalam  menghadapi Lasykar-lasykar yang diPimpin Kh Noer Ali.
Dan suatu ketika Kh noer Ali dan para lasykarnya bergerilya kedalam hutan, para lasykar terlihat sangat kelaparan karena berperang Gerilya dengan Pasukan Belanda, Saat intu Kh Noer Ali sholat selesai sholat minta kepada Alloh agar di berikan para lasykar tersebut makanan. Maka dengan mengulum dan merlemparkan secarik kertas ketanah tiba-tiba terbentang dihadapannya Nasi dan lauk pauknya, Subhanalloh…..
Dan Ketika masa perjuangan dengan Penjajah berakhir Kh Noer Ali kembali berjuang  dibidang Dakwah dan pendidikan  di Pondok Pesantren At Taqwa  yang ia bangun di Bekasi.  walaupun beliau Seorang Ulama besar beliau masih saja haus akan ilmu, dan beliau mengaji kepada Habib Ali Al habsyi Kwitang jakarta untuk bertabaruk.
Tanggal 3 may 1992 Kh Noer Ali wafat dalam usia 78 tahun. Masyarakat dan para ulama merasa sangat kehilangan sosok ulama dan pejuang yang telah banyak berjasa bagi negara. Maka tahun 2006 Pemerintah memberikan gelar pahlawan Nasional Kepada Kh Noer Ali dan Namanya pun di abadikan menjadi nama jalan Kh Noer Ali di kalimalang bekasi. Kini Pondok pesantrennyapun berkembang dengan Pesat .

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

HIDUP ADALAH

Coba tanya diri anda masing – masing. Apa arti hidup menurut anda?
Hidup adalah …. .
Coba isi titik – titik yang tersedia setelah kata adalah. Pertanyaan ini sederhana, namun saya yakin isinya pasti beragam. Bisa jadi hidup adalah perjuangan, atau hidup adalah tantangan, atau hidup adalah perjalanan, dll.
Jawaban dari pertanyaan tadi bisa jadi beragam, namun ada satu hal yang perlu diperhatikan : Jawaban dari pertanyaan tersebut mencerminkan keyakinan anda atas kehidupan. Orang yang meyakini bahwa hidup adalah perjuangan akan melihat bahwa hidup adalah sebuah perjuangan yang harus di perjuangkan. Maka dari itu, hari hari dalam hidupnya akan dijalani dengan berjuang. Sedangkan orang yang meyakini bahwa hidup adalah tantangan, akan melihat bahwa hidup yang dijalaninya adalah tantangan yang harus di pecahkan. Dia akan menjalani kehidupannya dengan “memecahkan tantangan”. Orang yang meyakini bahwa hidup adalah perjalanan akan melihat bahwa hidup adalah sebuah perjalanan panjang yang harus dicapai tujuannya. Maka dari itu dia akan menjalani kehidupannya dengan “berjalan” diatasnya.
Cara kita meyakini kehidupan akan berimbas ke pola pikir kita. Pola pikir akan mempengaruhi tindakan, dan tindakan akan menghasilkan nasib.
Sekarang, bagaimana kita sebagai orang beriman seharusnya memandang kehidupan?
Terjemahan Q.S. Al – Hadid ( 57 ) Ayat 20 :
Ketahuilah, sesungguhanya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurauan, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam – tanamannya mengagumkan para petani; kemudian ( tanaman ) itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu.
Note that : hidup adalah permainan. Waw, apakah ini berarti yang kita lakukan selagi hidup ini adalah bermain dan bersenang – senang?
Pahami konteks keseluruhan tersebut. Pemahaman yang coba di ajarkan Tuhan melalui (terjemahan) wahyu ini adalah bahwa hidup adalah sebuah permainan yang jangka waktunya pendek, maka dari itu kita harus menjadi pemain dari “permainan kehidupan”, bukannya main – main dalam kehidupan.
Maksudnya?
Pemain adalah mereka yang memainkan permainan dengan serius. Cermati contoh ini : pemain sepak bola. artinya? Mereka yang bermain sepak bola yang serius mengikuti permainan sepak bola dan mematuhi peraturan – peraturannya.
Sekarang perhatikan mereka yang menjadikan dirinya “pemain” sepak bola yang sungguh – sungguh : contoh, Kaka. Apa yang Tuhan berikan kepada Kaka yang menjadikan dirinya “pemain” sepak bola? kehidupan yang luar biasa, penghasilan yang melimpah, popularitas, jutaan penggemar, dll.
Itu baru menjadikan diri sebagai “pemain” sepak bola yang notabene dibatasi oleh 45menit X 2 dalam lapangan rumput persegi dan bola bundar.
Bisa bayangkan apa yang akan Tuhan berikan jika anda menjadi “pemain” dari permainan besar kehidupan? Menjadikan diri anda seorang manusia profesional yang mengikuti peraturan dunia dan “bermain” / menjalani kehidupan dengan serius?
Imagine that.
Tanya kembali diri anda :    Apa arti kehidupan bagi anda

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

PERBEDAAN SYSTEM LIFE CYCLE (SLC) DENGAN SYSTEM DEVELOPMENT LIFE CYCLE


System Life Cycle berbeda dengan System Development Life Cycle. System Life cycle adalah proses evolusioner yang diikuti dalam menerapkan sistem atau subsistem informasi berbasis komputer. bagi pengembangan dan penggunaan sistem. Dilakukan dengan strategi Top-Down Design

Sedangkan system development cycle adalah proses pembuatan dan pengubahan sistem serta model dan metodologi yang digunakan untuk mengembangkan sistem-sistem tersebut. System life cycle SLC sering disebut dengan  penggunaan sistem.

Dilakukan dengan strategi Top-Down Design. Tahapan dari siklus hidup sistem yaitu :
1. Tahap Perencanaan
2. Tahap Analisis
3. Tahap Rancangan
4. Tahap Penerapan
5. Tahap Penggunaan
Sedangkan SDLC merupakan pola yang diambil untuk mengembangkan sistem perangkat lunak, yang terdiri dari tahap-tahap: analisa (analysis), desain (design), implementasi (implementation), uji coba (testing) dan pengelolaan (maintenance). Dalam rekayasa perangkat lunak, konsep SDLC mendasari berbagai jenis metodologi pengembangan perangkat lunak. Metodologi-metodologi ini membentuk suatu kerangka kerja untuk perencanaan dan pengendalian pembuatan sistem informasi, yaitu proses pengembangan perangkat lunak. Terdapat 3 jenis metode siklus hidup sistem yang paling banyak digunakan, yakni: siklus hidup sistem tradisional (traditional system life cycle), siklus hidup menggunakan protoyping (life cycle using prototyping), dan siklus hidup sistem orientasi objek (object-oriented system life cycle

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS